Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Lailatul qadar artinya malam kemuliaan. Meski tidak diketahui pasti kapan malam kemuliaan tersebut turun, namun menurut sabda Rasulullah SAW malam lailatul qadar diyakini terjadi pada 10 malam terakhir di bulan Ramadan. Tepatnya pada malam-malam ganjil seperti malam ke- 21, 23, 25, 27 dan 29.

Dan ditambah adanya malam Lailatul Qadar atau malam yang lebih baik dari 1.000 bulan. Yang dimana dalam satu malam yang penuh dengan kemuliaan, keagungan dan tanda-tanda kebesaran Allah Ta'ala, karena malam itu merupakan permulaan diturunkannya al-Quran

Menurut sejumlah riwayat, Allah SWT akan menurunkan malam lailatul qadar di malam ganjil pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Artinya: "Carilah malam lailatul qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan." (HR. Bukhari & Muslim).

1. Udara dan Suasana Pagi yang Tenang
Lailatul qadar adalah malam yang tenang dan tenteram, suhu udaranya tidak terlalu panas dan dingin. Saat pagi matahari terbit dengan sinar lemah berwarna merah.

Angin saat malam ini juga tenang dan tidak berhembus kencang dan tidak ada petir.

2. Cahaya Matahari Cerah
Cahaya matahari cerah namun tidak terik. Pada malam lailatul qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar.

3. Memimpikan Hal Baik
Pada malam lailatul qadar orang-orang yang menjalankan ibadah akan bermimpi baik. Mimpi-mimpi ini seperti yang dialami sahabat nabi.

4. Bulan Nampak Separuh
Bulan yang muncul pada malam lailatul qadar nampak separuh dan tidak berukuran penuh.

5. Malamnya Tidak Panas
Malam pada lailatul qadar terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang, dan indah.

6. Akan Khusyuk
Orang yang beribadah pada malam lailatul qadar akan khidmat dan khusyuk. Muncul ketenangan hati dan kenikmatan bermunajat kepada Allah tidak seperti malam-malam lainnya.

1. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan semua bentuk ibadah pada hari-hari Ramadan, menjauhkan diri dari semua hal yang dapat mengurangi keseriusan beribadah pada hari-hari tersebut. Baiknya juga mengajak keluarga.

2. Berupaya melakukan i'tikaf dengan sekuat tenaga.

3. Melakukan qiyamu al lail berjamaah sampai dengan rakaat terakhir yang dilakukan imam.

4. Memperbanyak doa untuk memohon ampunan dan keselamatan kepada Allah.

Sedangkan untuk seroang muslimah dapat menggapai malam lailatul qadar dengan memaksimalkan ibadah yang diperbolehkan dilakukan untuk seorang muslimah.

  Salah satu keistimewaan yang diberikan
oleh Allah swt. kepada umat Muhammad saw., yakni umat muslim dan tidak
diberikan kepada umat lainnya ialah adanya hitungan pahala yang berlipat
ganda.  Dalam syari`at Islam orang yang
melakukan kebaikan satu akan dibalas oleh Allah swt. dengan sepuluh kali lipat,
sebaliknya apabila dia melakukan kejahatan, Allah hanya akan membalasnya sesuai
dengan kadar kejahatan yang dilakukannya. 
(al-Quran surat
al-An`am ayat 161).  Diceritakan oleh
imam al-Bukhari dalam kitab Shahihnya, konon ketika Nabi Muhammad saw.  menerima perintah melaksanakan shalat fardlu
pada saat isro dan mi`raj, pertama kali Allah memerintahkan untuk  dilaksanakan shalat sebanyak 50 kali,  namun atas usul Nabi Musa, yang memberikan
pertimbangan bahwa umat Nabi Muhammad saw. tidak akan sanggup melaksanakannya
dengan disertai beberapa alasan yang rasional, lalu Nabi Muhammad saw.  memohon keringanan dengan berkali-kali mondar
mandir mengahadap Allah swt., hingga 
akhirnya shalat tersebut diwajibkan hanya 5 kali dalam sehari semalam
untuk Nabi dan umatnya.  Walaupun  demikian nilai pahalanya sama dengan
melaksanakan shalat 50 kali, karena setiap shalat pahalanya dilipatkan
menjadi  sepuluh kali.

          Belum
cukup dengan  itu, dalam  surat  al-Baqarah ayat 261 misalnya Allah swt.  memberikan motivasi berbuat baik dengan
imbalan pahala yang berlipat ganda sampai 700 kali bahkan bisa lebih banyak
lagi.  Allah swt. berfirman yang artinya:
Perumpamaan orang yang membelanjakan
hartanya di jalan Allah itu bagaikan satu biji yang kemudian tumbuh menjadi
tujuh tangkai dan tiap-tiap tangkai tersebut membuahkan seratus biji. Allah
akan melipatgandakan (lagi) kepada orang yang dikehendaki-Nya dan Allah itu
Maha Luas (pemberian-Nya) dan Maha Tahu
.

          Bahkan
lebih dahsyat lagi pada setiap bulan Ramadlan, Allah swt.  memberikan satu malam diantara malam-malam di
bulan yang suci tersebut yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.  Malam nan Agung tersebut biasa disebut dengan
nama  malam seribu bulan atau lailatul
qadar.  Informasi  mengenai lailatul qadar ini dapat dibaca
dalam surat
al-Qadar, yang artinya: Sesungguhnya Kami (Allah) telah menurunkan al-Quran
pada  Lailatul Qadar.  Tahukah kamu apa itu lailatul qadar. Lailatul
qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. 
Malaikat dan Ruh turun pada malam itu dengan ijin Tuhan Mereka untuk
segala urusan.  Damai dan sejahteralah
lailatul qadar itu hingga terbit fajar. 

Waktunya Imsak!!

Kata imsak berasal dari istilah imsakiah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), imsakiah artinya jadwal yang menetapkan waktu salat, termasuk imsak setiap hari. Sementara imsak artinya saat dimulainya tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan dan minum.
Arti istilah imsak perlu diketahui bagi umat Muslim yang menjalankan puasa di bulan Ramadan. Imsak sering kali diartikan sebagai penanda akan berakhirnya waktu sahur dan dimulainya waktu puasa
Di masyarakat kita, imsak adalah saat dimulainya tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan jimak. Waktu imsak biasanya berkisar antara 10-15 menit sebelum masuk waktu Subuh. Sebenarnya, kita masih boleh makan dan minum selama memang masih belum masuk waktu Subuh.

Apakah setelah imsak masih boleh makan dan minum? Maka, jawabannya boleh, karena batas waktu sahur yang benar adalah saat masuk waktu subuh

Waktu imsak adalah 10 menit sebelum azan.

Di Indonesia, penentuan waktu imsak biasanya telah ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Waktu imsak di Indonesia, seperti yang ditetapkan Kemenag RI, yaitu 10 menit sebelum waktu azan subuh tiba.

Melansir situs resmi Kemenag RI, dijelaskan bahwa sejarah penentuan waktu imsak 10 menit sebelum subuh itu telah disepakati sebagaimana dalam rapat Tim Hisab dan Rukyat yang digelar Kementerian Agama di Jakarta sejak 22 Juni 2016.

Menurut catatan redaksi detikcom, rapat tersebut diikuti oleh perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, PERSIS, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Al-Washliyah, Persatuan Umat Islam, Universitas Islam Negeri, Bosscha ITB, Mahkamah Agung, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Badan Informasi Geospasial, Planetarium Jakarta, serta Pakar Hisab Rukyat Perorangan.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) kala itu yakni Muhammad Thambrin mengatakan imsak secara bahasa mengandung beberapa arti seperti menahan atau batas waktu memulai puasa. Ulama sepakat bahwa batas waktu memulai puasa tepat pada moment terbitnya fajar shadiq (subuh).

"Sebagian ulama berpandangan bahwa bila waktu subuh sudah dekat maka umat Islam yang akan berpuasa dilarang makan, karena waktunya sudah masuk wilayah cegahan, meski ada juga ulama yang membolehkan makan di waktu syak," kata Thambrin.

Thambrin menegaskan, waktu Imsak di Indonesia ini tidak dimaksudkan mengubah waktu puasa dengan memajukannya dari batas yang telah ditentukan syariat, melainkan sebagai ikhtiar melestarikan sunnah sekaligus sebagai katup pengaman (tindakan hati-hati) agar kaum muslimin tidak terperosok ke dalam batas larangan.

"Kesepakatan ini juga didasarkan pada pandangan tentang Ihtiyathi atau kehati-hatian) dan Mahzhuri atau siaga," tutup Thambrin.

Waktu Sahur Terbaik!!


Sahur merupakan bagian paling penting pada saat menjalankan ibadah puasa. Namun setiap orang terkadang memiliki preferensi waktu sahur yang berbeda-beda. Ada yang melaksanakan sahur sebelum tidur, tengah malam, atau sesaat sebelum waktu imsak tiba.

Perbedaan tersebut terkadang membuat orang bingung untuk menentukan waktu sahur yang tepat dan paling baik untuk kesehatan tubuh. Untuk mengetahui waktu terbaik melaksanakan sahur, maka bisa menyimak artikel berikut ini

Setiap bulan Ramadhan tiba, umat Islam di seluruh dunia melaksanakan ibadah puasa. Salah satu bagian penting dalam ibadah puasa yaitu ada sahur.


Di saat bulan Ramadhan, umat Islam hanya makan sebanyak dua kali yaitu pada saat Iftar dan Sahur. Sahur merupakan makanan terakhir yang dimakan oleh seorang Muslim yang sedang berpuasa dari fajar sampai matahari terbenam. 


Sahur sendiri berasal dari bahasa Arab yaitu سحور, atau dalam bahasa lain disebut juga dengan Sehur, Sahari, Sehri dan Suhoor. Istilah-istilah tersebut merujuk pada aktivitas makan yang dilakukan pada dini hari oleh umat Islam, yang merupakan bagian dari ibadah puasa di bulan Ramadhan. 


Hukum dari melaksanakan sahur pada saat berpuasa yaitu sunnah, jadi sahur tidak diwajibkan atau tidak harus dilaksanakan. 


Namun, Allah menganjurkan hambanya yang berpuasa untuk melaksanakan sahur. Jadi, barangsiapa yang melaksanakan sahur maka akan memperoleh keberkahan.


Meski demikian, para ulama sependapat bahwa walaupun seseorang tidak melaksanakan sahur, ibadah puasa yang dijalankan tetap sah. 


Walaupun sahur hukumnya sunnah, kegiatan ini tentu lebih baik untuk dilakukan agar puasa yang dijalankan pada bulan Ramadhan bisa lancar. 


Sahur bisa membuat badan memiliki stamina yang cukup untuk menjalani hari dan baik untuk menjaga kesehatan tubuh, karena bisa menghindari terjadinya dehidrasi. 

Waktu sahur terbaik untuk kesehatan

Jika dilihat dari sudut pandang kesehatan, waktu terbaik untuk melaksanakan sahur yaitu sekitar 40 sampai 50 menit sebelum subuh. Jeda waktu tersebut dapat digunakan oleh seseorang untuk bersiap-siap dan menyelesaikan sahur, mulai dari makan hingga minum tanpa harus terburu-buru.

Dengan demikian maka makanan yang dimakan pada saat sahur bisa dicerna dengan baik oleh tubuh. Durasi tersebut juga sangat ideal karena jarak waktu antara santap makan sahur terakhir dengan waktu untuk iftar atau berbuka tidak terlalu panjang.

Berbeda jika sahur dilakukan pada saat tengah malam atau menjelang tidur, tentu durasi berpuasa jauh lebih lama. Hal tersebut bisa membuat tubuh seseorang menjadi lebih rentan merasakan lemas, sakit kepala bahkan gejala dehidrasi atau kekurangan cairan di dalam tubuh. 

Walaupun demikian, sahur yang dilaksanakan terlalu dekat dengan waktu imsak atau adzan Subuh juga sebaiknya dihindari. Waktu yang terlalu mepet akan membuat seseorang makan atau minum terburu-buru. Hal tersebut tentunya bisa berpotensi mengalami gangguan pada sistem pencernaan

Bagaimana Wujud Hilal?

Hilal adalah Bulan sabit tipis yang harus bisa diamati saat Matahari terbenam untuk menghitung ketinggiannya. Dengan begitu, terlihatnya Bulan sabit tipis di siang hari bukan berarti adalah hilal.

Hilal adalah Bulan sabit yang dilihat pertama kali tepat setelah fase Bulan baru. Syarat Bulan sabit yang bisa dikatakan sebagai hilal adalah jika bisa dilihat setelah Matahari terbenam. Hilal yang asli adalah Bulan sabit berbentuk seperti huruf U dengan posisi menghadap titik Matahari.

Penampakan hilal atau bulan sabit yang paling tipis menjadi tanda bulan baru telah masuk. Dalam praktiknya, kerap terjadi perbedaan awal bulan terutama Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah.
Dalam kalender Islam, hilal menjadi tanda akhir sekaligus awal bulan baru. Hilal biasanya muncul dalam dua malam di setiap bulan.

Pakar Astronomi Prof Thomas Djamaluddin menjelaskan bahwa ketinggian hilal 3 derajat disepakati karena kekuatan cahaya bulan di bawah 3 derajat kalah dengan cahaya mega (syafaq). Kuatnya cahaya mega membuat hilal yang masih di bawah 3 derajat itu sulit untuk dapat teramati.

Jika hilal terlihat, yang biasanya dibantu teleskop, maka pada malam itu dimulai tanggal satu bulan baru. Namun jika hilal tidak, maka malam itu adalah tanggal 30 bulan yang sedang berjalan. Malam berikutnya dimulai tanggal satu bagi bulan baru atas dasar istikmal (digenapkan).

Mengapa perlu melihat hilal? Marufin menyebutkan bahwa melihat hilal dinyatakan secara tekstual dalam sabda Nabi SAW: “Berpuasalah (dan berhari raya) karena melihat hilal. Jika tidak terlihat maka genapkanlah.” Dengan landasan itu, maka rukyatul hilal (observasi hilal) dipahami sebagai ibadah.

Elongasi adalah jarak sudut bulan dan matahari di langit. Semakin besar umur bulan, semakin besar pulan nilai elongasi bulan dan matahari. Semakin besar nilai elongasi mengakibatkan sabit bulan yang terbentuk semakin tebal. Semakin tebalnya sabit bulan mengakibatkan semakin besarnya kecerlangan sabit bulan tersebut.

Di Indonesia, jatuhnya tanggal 1 Ramadhan dalam kalender Hijriah secara nasional biasanya ditentukan melalui sidang isbat yang diselenggarakan oleh pemerintah

Secara bahasa Imkanur-rukyat adalah mempertimbangkan kemungkinan terlihatnya hilal. Secara praktis, Imkanur-rukyat dimaksudkan untuk menjembatani methoode rukyat dan methode hisab

Rukyat dilakukan setelah matahari terbenam. Hilal hanya tampak setelah matahari terbenam (maqhrib), karena intensitas cahaya hilal sangat redup dibandingkan dengan cahaya matahari, serta ukurannya sangat tipis.

Keutamaan Puasa Dalam Kehidupan

Tujuan puasa menurut Islam telah dikelaskan dalam Al-Quran. Terdapat 2 ayat yang paling sering disebutkan untuk menerangkan tujuan puasa yaitu surat Al-baqarah ayat 183 dan ayat 185. Ayat ini menyebutkan bahwa salah satu tujuan puasa adalah untuk dapat menjadikan seseorang menjadi lebih bertakwa.

Sedangkan tujuan puasa yang kedua adalah untuk dapat bersyukur. Dalam Islam, ibadah puasa adalah salah satu ibadah yang mulia untuk dilaksanan oleh umat muslim. Saking mulianya ibadah puasa juga turut menjadi pilar dan menjadi salah satu rukun Islam yang wajib dikaukan umat Islam.

Untuk mencapai tujuan puasa, dalam prosesnya umat muslim menjalankan puasa dengan cara tidak mengkonsumsi makanan dan minuman serta menahan hawa nafsu dari mulai subuh hingga matahari terbenam. Tidak hanya dapat mencapai tujuan puasa yaitu meningkatkan ketakwaan dan rasa syukur, puasa juga dapat mendapat banyak manfaat kesehatan baik secara fisik untuk tubuh maupun untuk jiwa dan mental.

Melihat dari Al-Quran, Hadis dan sumber lain yang ada, terdapat beberapa tujuan puasa beserta dengan manfaatnya yang dapat menjadi landasan serta memotivasi umat muslim dalam menunaikan ibadah puasa

Tujuan Puasa Menurut Islam

1. Bertakwa Kepada Allah SWT

Tujuan puasa dalam Islam yang pertama sesuai dengan Al-Quran adalah untuk bertakwa kepada Allah SWT. Tidak hanya dengan menahan lapar dan haus, ketakwaan tersebut dapat diperoleh ketika seorang muslim berniat sungguh-sungguh untuk mendapatkan ridha dari Allah SWT.

Hal itu sesuai dengan firman Allah SWT yang berbunyi, "Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al Baqarah: 183)

 

2. Menjadi Lebih Bersyukur

Tujuan puasa menurut Islam yang kedua adalah untuk dapat menjadikan pribadi umat muslim yang selalu bersyukur. Dimana saat melaksanakan ibadah puasa, seseorang dapat merasakan langsung bagaimana penderitaan orang lain, sehingga dapat meningkatkan rasa empati dan simpati lalu muncul juga rasa bersyukur atas apa yang telah dia miliki.

Hal ini sebagaimana yang disabdakan Nabi Muhammad yang diriwayatkan Ibnu Jarir, “Salat adalah bentuk syukur, puasa adalah syukur, semua kebaikan yang dilakukan adalah bentuk syukur kepada Allah dan sebaik-baik syukur adalah pujian,”

 

3. Mendapatkan Pintu Surga

Tujuan puasa menurut Islam yang selanjutnya adalah untuk mendapatkan pintu surga. Hal itu sebagaimana yang tertuang dalam sebuah hadis riwayat sahih yang berbunyi "Ketika Ramadan tiba, bukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka dan setan pun dibelenggu." (HR Imam Muslim)

Selain untuk mendapatkan pintu surga, seorang muslim juga akan ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT. Hal yang didapat ini menunjukkan betapa mulianya seorang muslim yang mau mengerjakan ibadah puasa dengan sungguh-sungguh demi mendapat ridha Allah SWT.

 

4. Meleburkan Dosa

Tujuan puasa yang berikutnya adalah untuk meleburkan segala dosa yang telah diperbuat. Manusia merupakan makhluk Allah SWT yang diciptakan paling sempurna dengan segala akal dan pikirannya. Namun sayangnya hal tersebut tidak membuat manusia terhindar atau menjauhi segala perbuatan dosa.

Manusia justru seringkali berbuat kesalahan hingga dosa besar. Untuk itu, salah satu cara menghapuskannya adalah dengan berpuasa. Sebagaimana dalam sebuah hadis yang berbunyi "Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).

 

5. Introspeksi Diri

Tujuan puasa yang selanjutnya perlu diketahui adalah untuk menjadi sarana intropeksi diri. Puasa sebagai sarana introspeksi diri manusia terhadap kehidupan yang telah dijalani. Saat berpuasa, seorang muslim tengah menahan hawa nafsu, sehingga seorang muslim tentu akan lebih fokus dalam menjalankan ibadah.

Saat fokus beribadah, maka jiwa dan raga pun akan senantiasa merasa lebih tenang. Ketenangan ini yang mampu mendatangkan suasana hati yang baik untuk kemudian melakukan introspeksi diri. Fungsi dari introspeksi diri ini untuk mengingat kembali perbuatan kita di masa lampau dan berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

 

6. Melatih Untuk Menahan Diri

Tujuan puasa yang biasa diambil adalah untuk melatih menahan diri dari segala perbuatan maksiat. Jika tidak berpuasa, maka manusia dapat melakukan berbagai hal secara berlebihan. Seperti makan hingga terlalu kenyang atau melakukan kegiatan yang berpotensi dapat merugikan diri sendiir hingga orang lain.

 

7. Menghindari Perbuatan Maksiat

Tujuan puasa yang terakhir adalah untuk menghindarkan diri dari perbuatan maksiat. Selain makan dan minum, berpuasa juga senantiasa menjaga seorang muslim dari perbuatan maksiat yang sia-sia jika dilakukan. Salah satunya yakni melakukan kejahatan dan berbohong.

Dengan berpuasa, maka umat muslim akan merasa dilindungi dan semakin dilihat perilakunya oleh Allah SWT. Hal ini membuat umat muslim yang sedang melakukan puasa akan lebih focus dan melakukan yang terbaik untuk bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Manfaat Puasa Bagi Kesehatan


Tidak hanya memiliki tujuan yang baik untuk meningkatkan ketakwaan dan rasa syukur dalam hati dan jiwa, puasa juga memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan yang bisa didapat dengan melakukan puasa secara teratur dan benar. Berikut ini manfaat puasa bagi kesehatan.

1. Membantu mengatur gula darah

Beberapa penelitian mendukung untuk melakukan puasa sebagai sarana untuk meningkatkan kontrol gula darah dan berpotensi mengurangi risiko diabetes. Ditambah dengan potensi berkurangnya konsumsi gula selama melakukan puasa, hal ini dapat menjaga gula darah anda tetap stabil dan mencegah lonjakan dan menurunkan kadar gula darah.


 


2. Dapat membantu pencegahan penyakit


Meringankan pola makan normal anda dapat memberi tubuh anda waktu untuk fokus pada fungsi penting lainnya, termasuk pencegahan penyakit. Dengan pemikiran puasa juga dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk mengelola peradangan kronis dan mengurangi risiko kondisi penyakit kronis seperti penyakit jantung, multiple sclerosis dan rheumatoid arthritis .


 


3. Dapat membantu fungsi otak


Studi pada hewan menunjukkan puasa dapat melindungi dan meningkatkan kemampuan otak pada penderita Parkinson dan Alzheimer, serta meningkatkan fungsi otak dengan mendukung kemampuan mengingat memori dan pemrosesan otak. Selain itu penelitian pada hewan juga menunjukkan puasa dapat melindungi kesehatan otak dan meningkatkan produksi sel saraf.


Sedangkan penelitian pada manusia melaporkan puasa dapat mengurangi gejala kecemasan dan depresi serta meningkatkan hubungan sosial.


 


4. Dapat menunda penuaan dan mendukung pertumbuhan dan metabolisme


Kebiasaan Puasa dalam banyak studi juga sering dikaitkan dengan harapan hidup yang lebih lama . Selain itu, melakukan puasa juga diketahui dapat meningkatkan kadar hormon pertumbuhan manusia, hormon yang memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan perbaikan, metabolisme, penurunan berat badan, kekuatan otot, dan kinerja olahraga.


 


5. Dapat membantu menurunkan berat badan


Manfaat puasa yang selanjutnya adalah membantu menurunkan berat badan. Studi menunjukkan bahwa mengendalikan waktu kita makan atau melakukan puasa jangka pendek dapat membantu penurunan berat badan, menghilangkan lemak dan produksi darah.


Tidak hanya itu, penelitian lain menunjukkan puasa meningkatkan kemampuan untuk mengubah metabolisme menjadi pembakaran lemak untuk mempertahankan massa otot, dan meningkatkan komposisi tubuh pada orang yang kelebihan berat badan.


28 02 2023

7 Tips Menyambut Ramadhan Yang Lebih Berkesan

 

Persiapan Khusus Menyambut Ramadan yang Bisa Kamu Lakukan

Untuk umat Muslim di seluruh dunia, Ramadan adalah bulan penyegaran spiritual yang ditunggu-tunggu. Namun, untuk menyukseskan 30 hari berpuasa, membaca Quran secara intensif, salat tarawih, salat malam, dan berkhalwat bersama Allah Ta’ala (i’tikaf), diperlukan sedikit pemanasan sebagai persiapan khusus menyambut Ramadan. 

Mulai Menambah Kegiatan Ibadah 

Nah, kamu bisa memulai pemanasan ini dengan memulai baca Quran sebanyak 4 halaman di setiap akhir salat fardhu, atau mulai puasa sunnah di hari Senin dan Kamis untuk menyiapkan fisik dan mental. 

Selain itu, kamu juga bisa latihan sedekah, dengan jumlah yang lebih sedikit dibanding yang kamu rencanakan untuk Ramadan, di setiap waktu Subuh/di waktu salat lainnya. 

Alternatif lainnya, kamu bisa menambah salat sunnah, dengan mulai mengatur waktu tidur lebih cepat agar bisa bangun malam di beberapa hari dalam seminggu. Dengan begitu, kamu juga bisa mulai membiasakan diri untuk bisa bangun sahur dan menyiapkan makanan dini hari. 

Membersihkan Hati & Menyucikan Pikiran 

Apakah kamu masih menyimpan perasaan marah, kesal, atau tidak bisa terima dengan beberapa kejadian di dalam hidup kamu? Nah, beberapa hari sebelum Ramadan ini bisa menjadi momen yang pas untuk mengingatkan diri kamu bahwa setiap kejadian mempunyai hikmah tersendiri yang membuat kamu menjadi pribadi yang lebih baik. 

Imam Ahmad bin Hanbal juga mengingatkan bahwa “jika takdir diperlihatkan kepada manusia, maka ia akan memilih takdir yang sudah ditentukan Allah Ta’ala untuknya.” 

Maafkan orang lain dan maafkan diri kamu sendiri juga untuk kesalahan-kesalahan di masa lalu. Buat hati dan pikiran kamu optimis, nyaman dan bahagia dengan hidupmu supaya bisa menyambut Ramadan dengan tenang dan mendedikasikan hari-harimu untuk menyembah Allah Ta’ala.

Jika masih ada yang membuatmu sedih, gunakan kesedihanmu untuk mengungkapkan harapan dan doa untuk keadaan yang lebih baik kepada Allah, dan kencangkan lagi baik sangka terhadap Allah, karena hal ini adalah ibadah batin yang sangat bernilai di mata Allah. Dengan persiapan khusus menyambut Ramadan ini, kamu bisa memasuki Ramadan dengan hati dan pikiran yang lebih jernih.

Selain itu, beberapa hari sebelum Ramadan juga bisa menjadi momen kamu untuk memperbanyak istighfar (memohon ampun) dan memperkuat tekad untuk bertobat atas kesalahan-kesalahan yang kamu sesali di masa lalu. InsyaaAllah, ke depannya, semoga kamu bisa jadi seseorang yang lebih baik lagi, ya.

Menyiapkan Daftar Doa

Di bulan Ramadan, kita akan mendapatkan kesempatan untuk melakukan sujud yang lebih sering daripada biasanya, dan sujud kita pun akan lebih bernilai dibandingkan bulan-bulan lainnya. Di bulan ini, Allah Ta’ala mencurahkan rahmat-Nya kepada seluruh manusia. Sementara itu, Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Momentum terdekat seorang hamba dan Tuhannya adalah ketika sujud. Oleh karena itu, perbanyaklah doa saat itu,” (HR Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’i). 

Tentunya, berdoa khusus sesuai kepentinganmu ini dilakukan dengan mengungkapkannya dalam hati ya, tidak perlu menyuarakannya, agar sesuai dengan kaidah ilmu fikih ketika melakukan sujud.

Jika pada saat bulan lainnya kita bisa mendapatkan slot sujud sekitar 34 kali (4 sujud di Subuh, 6 kali sujud di Maghrib, dan 24 sujud di waktu Dzuhur, Ashar, dan Isya), maka pada saat Ramadan kita bisa menambahnya dengan paling sedikit 50 sujud dengan tambahan setidaknya 16 sujud di salat tarawih (atau dengan tambahan sujud di salat witir dan dengan tambahan setidaknya 40 sujud jika salat tarawihnya hingga 20 rakaat).

Belum lagi ada slot doa yang dikabulkan saat berbuka puasa, di sepertiga malam terakhir, di penghujung waktu Ashar di hari Jumat, dan ketika memohon ampun di waktu sahur. 

Dengan slot minimum 50 sujud sehari dan slot terkabulnya doa di lain waktu, sepertinya sayang sekali jika kita tidak merencanakan doa apa yang akan kita minta kepada Allah Ta’ala di bulan ketika Ia mencurahkan rahmat-Nya. Ini adalah bagian yang penting dalam persiapan khusus kita menyambut bulan Ramadan. 

Jika bingung, kamu bisa memulainya dengan doa-doa yang sudah dicontohkan di Al-Quran. Namun, kamu juga bisa memikirkan kategori doa-doa yang ingin kamu siapkan, misalnya dari spiritualitas, keluarga, kesehatan, karir, usaha, ketenangan mental dan batin, dan sebagainya. Kemudian, visualisasikan keadaan seperti apa yang kamu inginkan dalam tahun-tahun ke depan. 

Kalau kamu merasa doa-doamu selama ini “belum dikabulkan”, ubah kata-kata doa yang disiapkan menjadi lebih spesifik atau lebih visual, agar hatimu lebih hadir ketika mengucapkannya. Doamu akan lebih didengar ketika kamu selalu mengucapkannya dengan hati yang hadir. 

Sebagai contoh, biasanya kamu berdoa seperti ini dan hal ini belum dikabulkan: “Ya Allah, aku ingin berangkat umroh dan haji”, kamu bisa memperkayanya dengan: “Ya Allah, mudahkanlah aku melakukan ibadah umroh dan haji, izinkan aku menatap langsung Ka’bahmu, izinkan aku menyembahMu langsung di depannya, melakukan tawaf dan sa’i berulang-ulang, mengagungkan Nama-Mu di belahan bumi yang penuh keberkahan karena di sana telah Engkau turunkan nabi-nabi pilihan-Mu…” dan sebagainya. 

Memperkuat Tauhid & Menambah Ilmu

Sheikh Ammar Al-Shukry dalam sebuah ceramahnya di serial “Raise Your Du’a” menceritakan tentang seorang pengusaha yang dijumpainya ketika ibadah haji. Pengusaha tersebut bercerita bahwa sampai umurnya 46 tahun, sholatnya masih berantakan. Ia kemudian menangis kepada Allah dan bertanya, “Kenapa Engkau memberikan petunjuk kepada orang lain dan tidak kepada saya?”

Kemudian, secara spesifik, ia meminta Allah untuk memberinya petunjuk kepada Al-Quran. Dalam waktu singkat, sang pengusaha berhasil menghafal 5 juz Quran hanya dengan mendengarkan audio di mobilnya. Ia kemudian menghafal 15 juz lainnya sebelumnya akhirnya bertemu dengan guru Quran yang membimbing dan menguji hafalannya. Ajaibnya, di ibadah haji tersebut, sang pengusaha bahkan mendapatkan teman sekamar seorang ulama ahli ilmu qiraat Quran (ilmu cara membaca Al-Quran). “Ini adalah hal yang tidak bisa kamu dapatkan, dengan membayar/membelinya,” ujar Sheikh Ammar Al-Shukry menjelaskan. 

Dalam hidup, banyak komponen yang tidak bisa kita kendalikan dan beberapa hal hanya ada di tangan Allah Ta’ala. Dengan memperkuat tauhid (keyakinan kepada Allah sebagai satu-satunya Dzat yang pantas untuk diibadahi dan menjadi pusat dedikasi hidup kita) dan menambah ilmu kita, kita akan sering diingatkan tentang kuasa Allah dan hal-hal lainnya yang memperkuat iman kita. Ini akan menjadi bagian yang penting dalam persiapan khusus menyambut Ramadan.

Tanpa iman dan tauhid yang kuat, akan sulit untuk kita tetap semangat dan menikmati proses ibadah yang panjang di bulan Ramadan. Dengan iman dan tauhid yang kuat, kita bisa fokus kepada Allah sepanjang bulan Ramadan. 

Memperkuat Hubungan dengan Al-Quran 

  1. Rencanakan suplemen kesehatan apa saja yang harus kamu siapkan di waktu sahur dan berbuka 
  2. Rencanakan bahan-bahan makanan apa saja yang harus kamu siapkan di waktu sahur dan berbuka
  3. Beli baju Lebaran di awal waktu 
  4. Siapkan tiket liburan Lebaran di awal waktu 
  5. Rencanakan zakat dan pembayarannya sebelum memasuki waktu Ramadan 
  6. Jika kamu suka tetap melakukan olahraga ringan di bulan puasa, rencanakan kapan dan bagaimana kamu akan melakukannya sebelum Ramadan mulai. 
  7. Rencanakan prosesi i’tikafmu dan apa saja yang perlu kamu lakukan untuk memastikan kelancarannya. 

Nah, itulah beberapa tips dan trik persiapan khusus menyambut Ramadan yang bisa kamu lakukan. Semoga menjadi bahan bakar untuk persiapanmu menyambut bulan Ramadan ya! Mudah-mudahan, kamu bisa lebih semangat lagi menjalani Ramadan tahun ini dan lebih giat lagi beribadah untuk Allah Ta’ala.

27 Feb 2023