apa itu Sunnah dan hadist


penting untuk diketahui setiap muslim. Masih banyak orang mengira bahwa hadis dan sunnah itu sama, padahal keduanya memiliki sejumlah perbedaan yang cukup mendasar.

Setiap dianjurkan untuk berpedoman pada Al-Qur'an dan hadis. Al-Qur'an merupakan kitab suci dari Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril, kemudian dijadikan pedoman hidup umat muslim. Sementara itu, hadis dan sunnah adalah setiap perbuatan, perkataan, dan ketetapan yang disandarkan kepada Rasulullah SAW.

Memahami perbedaan hadis dan sunnah sangat berguna untuk memahami syariat yang ada. Perbedaan hadis dan sunnah ini bisa dilihat pada asal katanya

Pengertian Hadist

Secara bahasa, hadis memiliki arti berbicara, perkataan, dan percakapan. Hadis secara istilah memiliki arti segala perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan, serta persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan landasan syariat Islam.

Hadis dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu hadis shahih, hadits hasan, dan hadis dhaif. Fungsi hadis untuk menjelaskan lebih detail apa yang tidak dijelaskan dalam Al-Qur'an. Dengan kata lain, hadis memiliki fungsi utama sebagai menegaskan, memperjelas, dan menguatkan hukum-hukum dan hal lain yang ada diAl-Qur'an.

Fungsi hadis sebagai bayan al-taqrir berarti memperkuat isi dari Al-Qur'an. Misalnya, sebuah hadis yang diriwayatkan oleh H.R Bukhari dan Muslim terkait perintah berwudu, yaitu:

Rasulullah SAW bersabda, tidak diterima shalat seseorang yang berhadats sampai ia berwudhu" (HR.Bukhori dan Abu Hurairah)

Pengertian Sunnah

Secara etimologi, sunnah berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti “kebiasaan” atau “biasa dilakukan”. Sementara itu, secara terminologi sunnah dapat diartikan hal-hal yang datang dari Rasulullah SAW, baik ucapan, tindakan, atau pengakuan (Taqrir).

Kata sunnah dalam Alquran dipakai dalam arti kebiasaan atau berlaku, jalan yang diikuti. Macam-macam sunnah merupakan sikap, tindakan, ucapan, serta cara Rasulullah menjalani hidupnya.


Makna Jum'at Berkah

Terdapat istilah Jumat Mubarok atau Jumat Barokah yang menghiasi timeline media sosial di Indonesia. Banyak warganet yang akan menggunakan timeline ini sebagai tanda datangnya hari Jumat. Sebenarnya Jumat Mubarok artinya diambil dari Bahasa Arab yang memiliki makna Jumat berkah.

Melakukan kebaikan di hari Jumat memiliki syafaat yang hampir sama dengan bulan Ramadhan. Sehingga orang-orang yang melakukan ibadah di hari Jumat termasuk bersedekah akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda seperti dilakukan pada bulan Ramadhan.

Pada hari Jumat Rasulullah menganjurkan umatnya untuk memperbanyak amalan, termasuk sedekah. Hadist riwayat Abi Syaibah, “Sedekah itu dilipatgandakan pahalanya pada hari Jumat (yakni bila sedekah itu pada hari Jumat, maka pahala berlipat ganda dari hari-hari lain.”

Doa Jumat Berkah agar Dicukupkan Rezeki

Allahumma alaika tawakkaltu farzuqni wakfini, wa bika ludzfu fa najjini mimma yu'dzini anta hasbi wa ni'mal wakil. Allahumma raddhini bi qadhaika wa qanni; bi athaika waj'alni min awliyaika. Artinya: “ Ya Allah, aku berserah diri pada-Mu, berikan aku rezeki dan cukupkan aku

Contoh sedekah Jumat yang pertama adalah sedekah makanan Jumat berkah yang diberikan kepada para jamaah shalat Jumat dan bahkan bisa juga diberikan kepada kaum dhuafa serta pejuang nafkah keluarga.
Rezeki yang berkah adalah rezeki yang senantiasa membawa kebaikan kepada pemiliknya maupun orang lain. Semakin digunakan untuk kebaikan, rezeki yang didapat juga akan semakin bertambah sesuai dengan janji Allah Ta'ala kepada hamba-hamba-Nya yang mau bersyukur

“Tiada seorang Muslim yang mati di hari atau malam Jumat, kecuali Allah menjaganya dari fitnah kubur”

"Jumat berkah. Perbaiki ibadahmu, maka Allah akan memperbaiki rezekimu."

03 03 2023

Makna yang terkandung dalam Surat Al Humajah


Surat Al Humazah merupakan surat ke 104 dalam Al Quran. Surat yang terdiri atas sembilan buah ayat ini tergolong surat Makkiyah karena diturunkan di Mekah.

Dari segi bahasa, Al Humazah berarti pengumpat. Surat ini menjelaskan tentang siapa yang paling merugi karena bersaing secara tidak sehat, dan memperbanyak harta yang membawa kerugian di hari akhir nanti.

Surat Al Humazah berusaha menyadarkan manusia tentang adanya siksa neraka huthamah bagi mereka yang suka mengumpat dan menimbun harta tanpa memikirkan orang lain. Menurut sebuah hadis, barangsiapa yang membaca surat Al Humazah maka ia mendapatkan sepuluh kebaikan dengan hitungan orang yang mencela nabi dan sahabatnya

 وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍۙ

wailul likulli humazatil lumazah
Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela,

ۨالَّذِيْ جَمَعَ مَالًا وَّعَدَّدَهٗۙ

allażī jama'a mālaw wa 'addadah
yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya,

يَحْسَبُ اَنَّ مَالَهٗٓ اَخْلَدَهٗۚ

yaḥsabu anna mālahū akhladah
dia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya.

كَلَّا لَيُنْۢبَذَنَّ فِى الْحُطَمَةِۖ

kallā layumbażanna fil-ḥuṭamah
Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Hutamah.

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْحُطَمَةُ ۗ

wa mā adrāka mal-ḥuṭamah
Dan tahukah kamu apakah (neraka) Hutamah itu?

نَارُ اللّٰهِ الْمُوْقَدَةُۙ

nārullāhil-mụqadah
(Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan,

الَّتِيْ تَطَّلِعُ عَلَى الْاَفْـِٕدَةِۗ

allatī taṭṭali'u 'alal-af`idah
yang (membakar) sampai ke hati.

اِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُّؤْصَدَةٌۙ

innahā 'alaihim mu`ṣadah
Sungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka,

فِيْ عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ

fī 'amadim mumaddadah
(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.

Kata Al Humazah yang terdapat pada ayat pertama surat pendek ini memiliki arti yaitu pengumpat. Pokok isi surat Al Humazah adalah ancaman Allah S.W.T terhadap orang-orang yang suka mencela orang lain, suka mengumpat dan suka mengumpulkan harta tetapi tidak menafkahkannya di jalan Allah S.W.T.

Manfaat Surah Al Humazah

Pertama Adalah untuk menyadarkan manusia tentang adanya siksa bagi orang yang suka mengumpat orang lain dan suka menimbun hartanya tanpa memikirkan orang lain. Azab bagi orang seperti itu adalah dilempar ke neraka hutamah

02 03 2023


Makna yang terkandung dalam Surat Al fil

Nama surat ini diambil dari kata dalam ayat pertama, yaitu "Al Fiil" yang artinya gajah. Inti pokok surat ini menceritakan pasukan bergajah yang diazab oleh Allah SWT dengan mengirimkan burung untuk membinasakan mereka. Pasukan yang menunggangi gajah itu dipimpin oleh penguasa Yaman yakni Abrahah

Dalam surat ini dijelaskan bagaimana Allah SWT membalas perlakuan kaum Quraisy yang ingin menghancurkan Ka'bah. Selain itu makna yang terkandung di dalamnya adalah sebagai pembuktian bahwa akan ada kebinasaan bagi mereka para pendurhaka.


اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِاَصْحٰبِ الْفِيْلِۗ - ١

Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?

اَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِيْ تَضْلِيْلٍۙ - ٢

Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?

وَّاَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا اَبَابِيْلَۙ - ٣

dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong,

تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ مِّنْ سِجِّيْلٍۙ - ٤

yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar,

فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُوْلٍ ࣖ - ٥

sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat).


Contoh perilaku terpuji yang sesuai dengan surah al fil adalah sikap rendah hati dan sikap tidak pernah merasa lebih hebat dan lebih berkuasa dari Allah. Dalam surah al fil dijelaskan bagaimana pasukan raja abrahah yang sombong ingin menghancurkan rumah Allah

untuk memperingati dan mengingat bagaimana usaha yang dilakukan oleh raja Abraham untuk menghancurkan Ka'bah gagal karena Allah telah mengirimkan pasukan burung ababil untuk menjatuhkan batu yang berasal dari neraka

pesan yang terkandung dalam surah Al-Fil adalah tentang kekuasaan ALLAH untuk menghancurkan orang-orang yang ingin menghancurkan rumahnya dan pesan bagi uamt islam agar tidka takabur terhadapap kekuasan , kekayaan dan jabatan yang dimiliki

01 03 2023

Keutamaan Puasa Dalam Kehidupan

Tujuan puasa menurut Islam telah dikelaskan dalam Al-Quran. Terdapat 2 ayat yang paling sering disebutkan untuk menerangkan tujuan puasa yaitu surat Al-baqarah ayat 183 dan ayat 185. Ayat ini menyebutkan bahwa salah satu tujuan puasa adalah untuk dapat menjadikan seseorang menjadi lebih bertakwa.

Sedangkan tujuan puasa yang kedua adalah untuk dapat bersyukur. Dalam Islam, ibadah puasa adalah salah satu ibadah yang mulia untuk dilaksanan oleh umat muslim. Saking mulianya ibadah puasa juga turut menjadi pilar dan menjadi salah satu rukun Islam yang wajib dikaukan umat Islam.

Untuk mencapai tujuan puasa, dalam prosesnya umat muslim menjalankan puasa dengan cara tidak mengkonsumsi makanan dan minuman serta menahan hawa nafsu dari mulai subuh hingga matahari terbenam. Tidak hanya dapat mencapai tujuan puasa yaitu meningkatkan ketakwaan dan rasa syukur, puasa juga dapat mendapat banyak manfaat kesehatan baik secara fisik untuk tubuh maupun untuk jiwa dan mental.

Melihat dari Al-Quran, Hadis dan sumber lain yang ada, terdapat beberapa tujuan puasa beserta dengan manfaatnya yang dapat menjadi landasan serta memotivasi umat muslim dalam menunaikan ibadah puasa

Tujuan Puasa Menurut Islam

1. Bertakwa Kepada Allah SWT

Tujuan puasa dalam Islam yang pertama sesuai dengan Al-Quran adalah untuk bertakwa kepada Allah SWT. Tidak hanya dengan menahan lapar dan haus, ketakwaan tersebut dapat diperoleh ketika seorang muslim berniat sungguh-sungguh untuk mendapatkan ridha dari Allah SWT.

Hal itu sesuai dengan firman Allah SWT yang berbunyi, "Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al Baqarah: 183)

 

2. Menjadi Lebih Bersyukur

Tujuan puasa menurut Islam yang kedua adalah untuk dapat menjadikan pribadi umat muslim yang selalu bersyukur. Dimana saat melaksanakan ibadah puasa, seseorang dapat merasakan langsung bagaimana penderitaan orang lain, sehingga dapat meningkatkan rasa empati dan simpati lalu muncul juga rasa bersyukur atas apa yang telah dia miliki.

Hal ini sebagaimana yang disabdakan Nabi Muhammad yang diriwayatkan Ibnu Jarir, “Salat adalah bentuk syukur, puasa adalah syukur, semua kebaikan yang dilakukan adalah bentuk syukur kepada Allah dan sebaik-baik syukur adalah pujian,”

 

3. Mendapatkan Pintu Surga

Tujuan puasa menurut Islam yang selanjutnya adalah untuk mendapatkan pintu surga. Hal itu sebagaimana yang tertuang dalam sebuah hadis riwayat sahih yang berbunyi "Ketika Ramadan tiba, bukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka dan setan pun dibelenggu." (HR Imam Muslim)

Selain untuk mendapatkan pintu surga, seorang muslim juga akan ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT. Hal yang didapat ini menunjukkan betapa mulianya seorang muslim yang mau mengerjakan ibadah puasa dengan sungguh-sungguh demi mendapat ridha Allah SWT.

 

4. Meleburkan Dosa

Tujuan puasa yang berikutnya adalah untuk meleburkan segala dosa yang telah diperbuat. Manusia merupakan makhluk Allah SWT yang diciptakan paling sempurna dengan segala akal dan pikirannya. Namun sayangnya hal tersebut tidak membuat manusia terhindar atau menjauhi segala perbuatan dosa.

Manusia justru seringkali berbuat kesalahan hingga dosa besar. Untuk itu, salah satu cara menghapuskannya adalah dengan berpuasa. Sebagaimana dalam sebuah hadis yang berbunyi "Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).

 

5. Introspeksi Diri

Tujuan puasa yang selanjutnya perlu diketahui adalah untuk menjadi sarana intropeksi diri. Puasa sebagai sarana introspeksi diri manusia terhadap kehidupan yang telah dijalani. Saat berpuasa, seorang muslim tengah menahan hawa nafsu, sehingga seorang muslim tentu akan lebih fokus dalam menjalankan ibadah.

Saat fokus beribadah, maka jiwa dan raga pun akan senantiasa merasa lebih tenang. Ketenangan ini yang mampu mendatangkan suasana hati yang baik untuk kemudian melakukan introspeksi diri. Fungsi dari introspeksi diri ini untuk mengingat kembali perbuatan kita di masa lampau dan berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

 

6. Melatih Untuk Menahan Diri

Tujuan puasa yang biasa diambil adalah untuk melatih menahan diri dari segala perbuatan maksiat. Jika tidak berpuasa, maka manusia dapat melakukan berbagai hal secara berlebihan. Seperti makan hingga terlalu kenyang atau melakukan kegiatan yang berpotensi dapat merugikan diri sendiir hingga orang lain.

 

7. Menghindari Perbuatan Maksiat

Tujuan puasa yang terakhir adalah untuk menghindarkan diri dari perbuatan maksiat. Selain makan dan minum, berpuasa juga senantiasa menjaga seorang muslim dari perbuatan maksiat yang sia-sia jika dilakukan. Salah satunya yakni melakukan kejahatan dan berbohong.

Dengan berpuasa, maka umat muslim akan merasa dilindungi dan semakin dilihat perilakunya oleh Allah SWT. Hal ini membuat umat muslim yang sedang melakukan puasa akan lebih focus dan melakukan yang terbaik untuk bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Manfaat Puasa Bagi Kesehatan


Tidak hanya memiliki tujuan yang baik untuk meningkatkan ketakwaan dan rasa syukur dalam hati dan jiwa, puasa juga memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan yang bisa didapat dengan melakukan puasa secara teratur dan benar. Berikut ini manfaat puasa bagi kesehatan.

1. Membantu mengatur gula darah

Beberapa penelitian mendukung untuk melakukan puasa sebagai sarana untuk meningkatkan kontrol gula darah dan berpotensi mengurangi risiko diabetes. Ditambah dengan potensi berkurangnya konsumsi gula selama melakukan puasa, hal ini dapat menjaga gula darah anda tetap stabil dan mencegah lonjakan dan menurunkan kadar gula darah.


 


2. Dapat membantu pencegahan penyakit


Meringankan pola makan normal anda dapat memberi tubuh anda waktu untuk fokus pada fungsi penting lainnya, termasuk pencegahan penyakit. Dengan pemikiran puasa juga dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk mengelola peradangan kronis dan mengurangi risiko kondisi penyakit kronis seperti penyakit jantung, multiple sclerosis dan rheumatoid arthritis .


 


3. Dapat membantu fungsi otak


Studi pada hewan menunjukkan puasa dapat melindungi dan meningkatkan kemampuan otak pada penderita Parkinson dan Alzheimer, serta meningkatkan fungsi otak dengan mendukung kemampuan mengingat memori dan pemrosesan otak. Selain itu penelitian pada hewan juga menunjukkan puasa dapat melindungi kesehatan otak dan meningkatkan produksi sel saraf.


Sedangkan penelitian pada manusia melaporkan puasa dapat mengurangi gejala kecemasan dan depresi serta meningkatkan hubungan sosial.


 


4. Dapat menunda penuaan dan mendukung pertumbuhan dan metabolisme


Kebiasaan Puasa dalam banyak studi juga sering dikaitkan dengan harapan hidup yang lebih lama . Selain itu, melakukan puasa juga diketahui dapat meningkatkan kadar hormon pertumbuhan manusia, hormon yang memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan perbaikan, metabolisme, penurunan berat badan, kekuatan otot, dan kinerja olahraga.


 


5. Dapat membantu menurunkan berat badan


Manfaat puasa yang selanjutnya adalah membantu menurunkan berat badan. Studi menunjukkan bahwa mengendalikan waktu kita makan atau melakukan puasa jangka pendek dapat membantu penurunan berat badan, menghilangkan lemak dan produksi darah.


Tidak hanya itu, penelitian lain menunjukkan puasa meningkatkan kemampuan untuk mengubah metabolisme menjadi pembakaran lemak untuk mempertahankan massa otot, dan meningkatkan komposisi tubuh pada orang yang kelebihan berat badan.


28 02 2023

7 Tips Menyambut Ramadhan Yang Lebih Berkesan

 

Persiapan Khusus Menyambut Ramadan yang Bisa Kamu Lakukan

Untuk umat Muslim di seluruh dunia, Ramadan adalah bulan penyegaran spiritual yang ditunggu-tunggu. Namun, untuk menyukseskan 30 hari berpuasa, membaca Quran secara intensif, salat tarawih, salat malam, dan berkhalwat bersama Allah Ta’ala (i’tikaf), diperlukan sedikit pemanasan sebagai persiapan khusus menyambut Ramadan. 

Mulai Menambah Kegiatan Ibadah 

Nah, kamu bisa memulai pemanasan ini dengan memulai baca Quran sebanyak 4 halaman di setiap akhir salat fardhu, atau mulai puasa sunnah di hari Senin dan Kamis untuk menyiapkan fisik dan mental. 

Selain itu, kamu juga bisa latihan sedekah, dengan jumlah yang lebih sedikit dibanding yang kamu rencanakan untuk Ramadan, di setiap waktu Subuh/di waktu salat lainnya. 

Alternatif lainnya, kamu bisa menambah salat sunnah, dengan mulai mengatur waktu tidur lebih cepat agar bisa bangun malam di beberapa hari dalam seminggu. Dengan begitu, kamu juga bisa mulai membiasakan diri untuk bisa bangun sahur dan menyiapkan makanan dini hari. 

Membersihkan Hati & Menyucikan Pikiran 

Apakah kamu masih menyimpan perasaan marah, kesal, atau tidak bisa terima dengan beberapa kejadian di dalam hidup kamu? Nah, beberapa hari sebelum Ramadan ini bisa menjadi momen yang pas untuk mengingatkan diri kamu bahwa setiap kejadian mempunyai hikmah tersendiri yang membuat kamu menjadi pribadi yang lebih baik. 

Imam Ahmad bin Hanbal juga mengingatkan bahwa “jika takdir diperlihatkan kepada manusia, maka ia akan memilih takdir yang sudah ditentukan Allah Ta’ala untuknya.” 

Maafkan orang lain dan maafkan diri kamu sendiri juga untuk kesalahan-kesalahan di masa lalu. Buat hati dan pikiran kamu optimis, nyaman dan bahagia dengan hidupmu supaya bisa menyambut Ramadan dengan tenang dan mendedikasikan hari-harimu untuk menyembah Allah Ta’ala.

Jika masih ada yang membuatmu sedih, gunakan kesedihanmu untuk mengungkapkan harapan dan doa untuk keadaan yang lebih baik kepada Allah, dan kencangkan lagi baik sangka terhadap Allah, karena hal ini adalah ibadah batin yang sangat bernilai di mata Allah. Dengan persiapan khusus menyambut Ramadan ini, kamu bisa memasuki Ramadan dengan hati dan pikiran yang lebih jernih.

Selain itu, beberapa hari sebelum Ramadan juga bisa menjadi momen kamu untuk memperbanyak istighfar (memohon ampun) dan memperkuat tekad untuk bertobat atas kesalahan-kesalahan yang kamu sesali di masa lalu. InsyaaAllah, ke depannya, semoga kamu bisa jadi seseorang yang lebih baik lagi, ya.

Menyiapkan Daftar Doa

Di bulan Ramadan, kita akan mendapatkan kesempatan untuk melakukan sujud yang lebih sering daripada biasanya, dan sujud kita pun akan lebih bernilai dibandingkan bulan-bulan lainnya. Di bulan ini, Allah Ta’ala mencurahkan rahmat-Nya kepada seluruh manusia. Sementara itu, Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Momentum terdekat seorang hamba dan Tuhannya adalah ketika sujud. Oleh karena itu, perbanyaklah doa saat itu,” (HR Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’i). 

Tentunya, berdoa khusus sesuai kepentinganmu ini dilakukan dengan mengungkapkannya dalam hati ya, tidak perlu menyuarakannya, agar sesuai dengan kaidah ilmu fikih ketika melakukan sujud.

Jika pada saat bulan lainnya kita bisa mendapatkan slot sujud sekitar 34 kali (4 sujud di Subuh, 6 kali sujud di Maghrib, dan 24 sujud di waktu Dzuhur, Ashar, dan Isya), maka pada saat Ramadan kita bisa menambahnya dengan paling sedikit 50 sujud dengan tambahan setidaknya 16 sujud di salat tarawih (atau dengan tambahan sujud di salat witir dan dengan tambahan setidaknya 40 sujud jika salat tarawihnya hingga 20 rakaat).

Belum lagi ada slot doa yang dikabulkan saat berbuka puasa, di sepertiga malam terakhir, di penghujung waktu Ashar di hari Jumat, dan ketika memohon ampun di waktu sahur. 

Dengan slot minimum 50 sujud sehari dan slot terkabulnya doa di lain waktu, sepertinya sayang sekali jika kita tidak merencanakan doa apa yang akan kita minta kepada Allah Ta’ala di bulan ketika Ia mencurahkan rahmat-Nya. Ini adalah bagian yang penting dalam persiapan khusus kita menyambut bulan Ramadan. 

Jika bingung, kamu bisa memulainya dengan doa-doa yang sudah dicontohkan di Al-Quran. Namun, kamu juga bisa memikirkan kategori doa-doa yang ingin kamu siapkan, misalnya dari spiritualitas, keluarga, kesehatan, karir, usaha, ketenangan mental dan batin, dan sebagainya. Kemudian, visualisasikan keadaan seperti apa yang kamu inginkan dalam tahun-tahun ke depan. 

Kalau kamu merasa doa-doamu selama ini “belum dikabulkan”, ubah kata-kata doa yang disiapkan menjadi lebih spesifik atau lebih visual, agar hatimu lebih hadir ketika mengucapkannya. Doamu akan lebih didengar ketika kamu selalu mengucapkannya dengan hati yang hadir. 

Sebagai contoh, biasanya kamu berdoa seperti ini dan hal ini belum dikabulkan: “Ya Allah, aku ingin berangkat umroh dan haji”, kamu bisa memperkayanya dengan: “Ya Allah, mudahkanlah aku melakukan ibadah umroh dan haji, izinkan aku menatap langsung Ka’bahmu, izinkan aku menyembahMu langsung di depannya, melakukan tawaf dan sa’i berulang-ulang, mengagungkan Nama-Mu di belahan bumi yang penuh keberkahan karena di sana telah Engkau turunkan nabi-nabi pilihan-Mu…” dan sebagainya. 

Memperkuat Tauhid & Menambah Ilmu

Sheikh Ammar Al-Shukry dalam sebuah ceramahnya di serial “Raise Your Du’a” menceritakan tentang seorang pengusaha yang dijumpainya ketika ibadah haji. Pengusaha tersebut bercerita bahwa sampai umurnya 46 tahun, sholatnya masih berantakan. Ia kemudian menangis kepada Allah dan bertanya, “Kenapa Engkau memberikan petunjuk kepada orang lain dan tidak kepada saya?”

Kemudian, secara spesifik, ia meminta Allah untuk memberinya petunjuk kepada Al-Quran. Dalam waktu singkat, sang pengusaha berhasil menghafal 5 juz Quran hanya dengan mendengarkan audio di mobilnya. Ia kemudian menghafal 15 juz lainnya sebelumnya akhirnya bertemu dengan guru Quran yang membimbing dan menguji hafalannya. Ajaibnya, di ibadah haji tersebut, sang pengusaha bahkan mendapatkan teman sekamar seorang ulama ahli ilmu qiraat Quran (ilmu cara membaca Al-Quran). “Ini adalah hal yang tidak bisa kamu dapatkan, dengan membayar/membelinya,” ujar Sheikh Ammar Al-Shukry menjelaskan. 

Dalam hidup, banyak komponen yang tidak bisa kita kendalikan dan beberapa hal hanya ada di tangan Allah Ta’ala. Dengan memperkuat tauhid (keyakinan kepada Allah sebagai satu-satunya Dzat yang pantas untuk diibadahi dan menjadi pusat dedikasi hidup kita) dan menambah ilmu kita, kita akan sering diingatkan tentang kuasa Allah dan hal-hal lainnya yang memperkuat iman kita. Ini akan menjadi bagian yang penting dalam persiapan khusus menyambut Ramadan.

Tanpa iman dan tauhid yang kuat, akan sulit untuk kita tetap semangat dan menikmati proses ibadah yang panjang di bulan Ramadan. Dengan iman dan tauhid yang kuat, kita bisa fokus kepada Allah sepanjang bulan Ramadan. 

Memperkuat Hubungan dengan Al-Quran 

  1. Rencanakan suplemen kesehatan apa saja yang harus kamu siapkan di waktu sahur dan berbuka 
  2. Rencanakan bahan-bahan makanan apa saja yang harus kamu siapkan di waktu sahur dan berbuka
  3. Beli baju Lebaran di awal waktu 
  4. Siapkan tiket liburan Lebaran di awal waktu 
  5. Rencanakan zakat dan pembayarannya sebelum memasuki waktu Ramadan 
  6. Jika kamu suka tetap melakukan olahraga ringan di bulan puasa, rencanakan kapan dan bagaimana kamu akan melakukannya sebelum Ramadan mulai. 
  7. Rencanakan prosesi i’tikafmu dan apa saja yang perlu kamu lakukan untuk memastikan kelancarannya. 

Nah, itulah beberapa tips dan trik persiapan khusus menyambut Ramadan yang bisa kamu lakukan. Semoga menjadi bahan bakar untuk persiapanmu menyambut bulan Ramadan ya! Mudah-mudahan, kamu bisa lebih semangat lagi menjalani Ramadan tahun ini dan lebih giat lagi beribadah untuk Allah Ta’ala.

27 Feb 2023

Tujuan Mempelajari Ilmu Tajwid

Apa tujuan mempelajari ilmu tajwid? Sebelum membahasnya, ada baiknya kita mengulas terkait pengertian tajwid terlebih dahulu.
Secara bahasa, tajwid artinya memperbaiki. Menurut istilah, pengertian tajwid ialah mengeluarkan setiap huruf dari tempat keluarnya, serta memberi hak-haknya, seperti: jelas kuat, lemah dan sifat-sifat huruf.

Dijelaskan dalam buku Pelajaran Ilmu Tajwid tulisan Rois Mahfud, sifat yang sewaktu-waktu timbul karena sebab tertentu disebut mustahaq. Contoh dari mustahaq ini seperti izhar, iqlab, idgham, qalqalah, ghunnah, tafkhim, tarqiq, mad, waqaf, dan lain sebagainya.

Adapun, pengertian dari ilmu tajwid adalah menyampaikan dengan sebaik-baiknya dan sempurna dari tiap-tiap bacaan ayat Al-Qur'an.

Hukum mempelajari ilmu tajwid adalah fardhu kifayah, sementara mengamalkannya ketika membaca ayat-ayat Al-Qur'an adalah fardhu Ain. Dalam surah Al Muzzammil ayat 4, Allah SWT berfirman:

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ ٱلْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا

Arab latin: Au zid 'alaihi wa rattilil-qur`āna tartīlā

Artinya: "Atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan,"

Mengutip dari buku Modul Tajwid Al-Qur'an oleh Sutarto Hadi, Harja Santana Purba dan Rusdiansyah, maksud dari hukum fardhu kifayah dalam mempelajari ilmu tajwid ialah kewajiban yang harus ditunaikan minimal dikerjakan oleh satu orang maka lepaslah kewajiban semua orang di suatu tempat.

Meski begitu, hukum membaca Al-Qur'an dengan bertajwid ialah fardhu ain yang berarti wajib bagi semua orang Islam.

Menurut para lama qurra, ilmu tajwid adalah ilmu yang mempelajari tentang tata cara kaidah dalam membaca Al-Qur'an.

Tujuan Mempelajari Ilmu Tajwid
Mengacu pada sumber yang sama, tujuan mempelajari ilmu tajwid untuk menjaga lidah agar terhindar dari kesalahan ketika membaca Al-Qur'an. Menurut para ulama, kesalahan itu disebut dengan istilah lahn yang artinya suatu kondisi yang menyimpang dari kebenaran.

Dalam buku Dasar-dasar Ilmu Tajwid karya Dr Marzuki MAg dan Sun Choirul Ummah SAg MSI, tujuan mempelajari ilmu tajwid agar dapat membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an dengan fasih sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Membaca Al-Qur'an dengan ilmu tajwid memelihara bacaan dari kesalahan dan perubahan. Dengan demikian, umat muslim membaca firman-firman Allah di dalam Al-Qur'an secara benar agar memperoleh ridha Allah dan mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Oleh karenanya, ilmu tajwid menjadi sangat penting bagi para pembaca Al-Qur'an. Terlebih, ilmu tajwid menjaga kemurian Al-Qur'an karena huruf Arab mencakup tiga hal penting, yaitu tempat keluarnya huruf (makhraj), jenis dan sifat tiap-tiap huruf, serta hukum-hukum yang timbul dalam susunan kalimat Al-Qur'an.

Kesalahan dalam Membaca Al-Qur'an
Seperti yang dijelaskan, kesalahan dalam membaca Al-Qur'an disebut dengan lahn. Terdapat dua macam lahn, antara lain sebagai berikut:

1. Al Lahnul Jali
Al lahnul jali artinya kesalahan pada bacaan lafazh-lafazh Al-Qur'an yang menyalahi kaidah tajwid, mengganti huruf, mengubah harakat akhir, baik yang dapat mengubah arti atau tidak.

Melakukan kesalahan tersebut dengan sengaja hukumnya haram, sebagai contoh misalnya huruf 'ain dibaca hamzah. Kemudian harakat sukun dibaca harakat fathah, bacaan yang harusnya pendek dibaca panjang, dan lain sebagainya.

2. Al Lahnul Khafi
Yang kedua ialah al lahnul khafi, artinya kesalahan bacaan lafazh-lafazh Al-Qur'an yang menyalahi sebagian kaidah tajwid namun tidak menyalahi kaidah bahasa Arab serta tidak mengubah harakat dan arti.

Contoh dari kesalahan tersebut adalah pada bacaan izhar, ikhfa, iqlab, dan idgham. Melakukan kesalahan al lahnul khafi dengan sengaja hukumnya makruh.

Demikian pembahasan mengenai tujuan mempelajari ilmu tajwid beserta informasi terkaitnya. Semoga bermanfaat.